[FF] LuYoon – One Day (Part 3)

PicsArt_1420944096799

Tittle : One Day
Part :3
Author: cupcookies12
Cast : -Im Yoon Ah
-Xi Luhan
-Kim Taeyeon a.k.a Im Taeyeon
-Choi Siwon
Main Cast : -Park Chanyeol
-Seo Joo Hyun
Happy Reading^^
______-
Part 2
“Tunggu!! Kau tidak main-main dengan Eonni ku kan?” tanya Seohyun. Luhan pun menghentikan langkah nya. Lalu menoleh ke belakang
“Tidak mungkin aku melakukannya dengan Eonni mu itu” jawab Luhan sambil meremehkan seohyun. Lalu Luhan kembali melangkahkan kakinya untuk pergi.
“Ciih dia menjengkelkan sekali” ujar Seohyun sambil menendang botol kosong yang ada di sekitarnya.
“Maaf bisakah anda tidak berisik? Ini di rumah sakit” tegur salah seorang suster yang baru saja lewat.
“eum baiklah” Ujar Seohyun lalu duduk di tempat tunggu.
_____-
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Yoona keluar dari ruang periksa. Saat melihat kaki Yoona yang di perban itu, Seohyun terkejut dan langsung menghampiri Yoona.
“Eonni?! Kau tidak apa-apa kan?” tanya Seohyun sambil memegang tangan Yoona.
“Aku tidak apa-apa Seohyun. Hanya mengalami kecelakaan kecil” jawab Yoona sambil

tersenyum.
“Duh Eonni, kenapa kau tidak mengabarkanku lewat telepon tadi? Jika seperti itu kan aku bisa mengantarkan mu ke rumah sakit tanpa bantuan namja itu” ujar Seohyun sambil berdecak kesal.
“namja itu? Siapa?” tanya Yoona penasaran. Sebenarnya ia tau siapa namja yang dimaksud Seohyun.
“Kau tidak tau eonni? Bukankah namja mesum itu yang mengantarkan mu kesini?” tanya Seohyun.
“Oh namja mesum yang bernama luhan itu? Ya, dia yang mengantarkanku kesini” jawab Yoona sambil berjalan pelan untuk segera keluar dari rumah sakit
“apa dia penyebab kecelakaan kecil mu ini?” tanya Seohyun. Yoona menghela nafas.
“Tidak, tapi dia orang pertama yang membantu ku saat kecelakaan kecil ini terjadi” jawab Yoona tanpa memandang Seohyun.
“benarkah? Mengapa dia mau membantu mu? Padahal dia kan habis kau permalukan” tanya Seohyun.
“aku memaksanya untuk membantu ku. Karena, memang pada saat itu aku tidak bisa berdiri. Atau mungkin saja dia iba melihat ku lalu mau membantu ku” jawab Yoona.
Tidak terasa mereka berdua sudah di luar rumah sakit.
“Yasudah Eonni aku akan kembali ke sekolah. Tapi bagaimana dengan mu?” tanya Seohyun
“Eum, bisa titip tas ku saat kau pulang nanti? Karena setelah ini aku akan pulang kerumah. Lagian rumah mu kan dekat dengan rumah ku” pinta Yoona.
“hm, baik Eonni. Nanti akan kuantarkan tas mu. Apa Eonni bisa berjalan dengan baik?” tanya Seeohyun.
“tentu saja, karena bantuan tongkat ini” jawab Yoona sambil menepuk tongkat yang membantunya berdiri.
“Oh iya ya aku lupa. Kalau begitu aku kembali ke sekolah dulu ya Eonni! Hati hati di jalan! Annyeong!!” ujar Seohyun sambil berlali menuju ke sekolah. Yoona hanya terdiam melihat punggung seohyun yang mulai menjauh.
“Sebaiknya aku harus cepat-cepat pulang” ujar Yoona lalu memajukan tongkatnya dan bergegas pulang.
___-
“Aku pulang”
Saat ini Yoona tiba di rumah sederhana nya. Tampak sebuah kolam kecil tempat tinggal para ikan ikan kesayangan Yoona. Yoona pun melepas sepatunya lalu bergegas masuk lewat pintu belakang yang menghubungkan ke dapur.
“Eonni kau sudah pulang?” tanya Yoona sambil melihat Taeyeon memasak.
“Tentu saja, karena pelajaran hari ini tidak begitu banyak. Eum Yoona? Mengapa kau pulang lebih cepat dari biasa nya?” tanya Taeyeon.
“Dan mana tas mu?” Tanya nya lagi.
“begini Eonni, aku…” ujar Yoona lalu mulai menceritakan kejadian disekolah sampai ia pulang kerumah lebih cepat.
“OMO!” Teriak Taeyeon dengan sangat keras
“Eonni, pelankan suara mu” kata Yoona
“Baik baik, kalau begitu istirahat lah. Semoga saja kaki mu lekas sembuh” kata taeyeon lalu melanjutkan masak nya.
“Aku lapar Eonni. Aku tidak mau istirahat dulu sebelum makan. Ngomong ngomong kau sedang memasak apa?” tanya Yoona sambil mengintip masakan Taeyeon yang ada di panggangan.
“Samgyeopsal, dan makanan berkuah nya Ramen, makanan tambahan nya Bulgogi dan penutupnya agar-agar” jawab Taeyeon yang masih fokus memasak.
“Wah tumben kau masak banyak sekali. Ada acara apa?” tanya Yoona
“ada tamu appa datang kemari”
“siapa tamu itu? Apa kau mengenalnya, Eonni?”
“Aku tidak tau siapa mereka. Tapi seseorang namja agak tua datang lebih dulu lalu namja yang

lebih muda datang barusan” jawab Taeyeon. Yoona terdiam
“Ah Yoona, bisakau antarkan makanan-makanan ini pada tamu-tamu itu? Eonni akan membuatkan minumannya” tanya Taeyeon saat masakan nya sudah selesai.
“antar kemana?”
“Ke ruang makan tengah”
“Baiklah”
Yoona pun mengantarkan makanan makanan itu dengan nampan besar. Yoona berhati-hati membawa makanan itu karena kakinya belum sembuh total. Saat berjalan menuju ruang makan tengah, hampir saja mangkuk besar berisi ramen itu tumpah.
“Issh ramen! Kenapa harus tumpah? Itu mengapa aku membenci mu ramen!!” ujar Yoona memarahi ramen yang tidak bisa apa-apa. Appa Yoona yang tadinya bicara dengan tamunya itu langsung bertanya pada Yoona.
“Yoona, kau bicara pada siapa?” tanya Appa Yoona. Yoona langsung menaikan kepalanya.
“Eh? Aku tidak biacara dengan siapa siapa kok. Mungkin appa salah dengar” ucap Yoona lalu meletakkan piring-piring berisi aneka makanan korea itu diatas meja. Satu persatu Yoona taruh dengan hati-hati. Tangannya bergetar saat meletakkan mangkuk ramen itu. Karena takut tumpah lagi.
“Sudah” ujar Yoona lalu melihat tamu Appanya.
“OMO?!” teriak Yoona saat melihat Luhan, namja yang ia temui di sekolahnya.
“Kau? Sedang apa disini?” tanya Yoona sambil menatap Luhan tajam.
“kau salah masuk rumah ya? Aku sekarang sedang berada di rumah calon istriku. Sedang apa kau disini? Tiba-tiba saja datang dengan emosi. Apa kau pembantu dari tuan Im ini? Malang sekali nasib mu itu” ujar Luhan santai tentu dengan nada meremehkan
“Apa yang kau katakan tadi?” emosi Yoona perlahan mulai memuncak.
“Luhan jaga omonganmu itu. Dia itu-“ ucapan Appa Luhan terpotong
“PEMBANTU?!! Aku pembantu?!! JELAS JELAS AKU SALAH SATU ANGGOTA RUMAH DISINI. KAU BILANG AKU PEMBANTU?! DASAR TIDAK SOPAN. AKAN KU USIR KAU DARI RUMAH KU INI!!” Teriak Yoona dengan diiri Emosi yang sudah meledak.
“Yoona tenang lah dulu” ujar Appa Yoona.
“Appa!tamu appa ini tidak ada sopan santunnya sama sekali. Usir dia Appa!! Cepat usir dia!!” ucap Yoona sambil meraung raung tidak jelas.
“Yoona tenanglah sebentar. Kalian berdua salah paham” ujar Appa Yoona. Yoona pun terdiam sejenak.
“Duduk lah disebelah Appa” Yoona menurut lalu duduk di sebelah appa nya.
“Akan oppa jelaskan. Yoona ini Xi Luhan anak dari tuan Xi” ucap Appa Yoona memperkenalkan Luhan
“Aku sudah tau” ujar Yoona sambil melipat tangan nya didada dan membuang muka.
“Luhan, ini Im Yoon Ah dia adalah putri terkecil ku” ucap Appa Yoona. Luhan hanya tersenyum sopan
‘cih, sombong sekali dia’ ucap Yoona dalam hati
“Yona, kau mnegerti? Luhan adalah calon suami mu” ujar appa Yoona.
GLEGAR!!
‘Luhan adalah calon suami mu’ mendengar perkataan Appa Yoona bagaikan dirinya tersambar petir.
“A- apa?” tanya Yoona menganga tidak percaya.
“Di – dia calon suami ku?” tanyua Yoona terbata-bata. Appa Yoona hanya mengangguk.
“Tidak mungkin!!!!” ujar Yoona sambil memegang kedua pipinya dengan tangannya.
“Kalian akan menikah setelah Yoona menyelesaikan sekolah nya” ujar Appa Yoona sambil tersenyum bangga.
“dan tuan Xi begitu juga Luhan, karena rumah kalian begitu jauh kalian boleh tinggal di sini” ujar apppa Yoona.
“aku harus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya ya kan Luhan?” kata Appa Luhan.
“Appa, tidak mungkin aku menikahi seorang yeoja aktif yang suka pencilaan saperti itu. Aku mohon batalkan pernikahan ini appa” bisik Luhan pada appanya. Tapi Yoona masih bisa mendengarnya
“Pencila’an? Apa maksud mu?!!” ujar Yoona marah
. Luhan kembali berbisik pada appa nya.
“Lihat! Bahkan dia saja mudah sekali mengeluarkan emosinya. Lalu bagaimana dengan masa depan ku nanti? Anak – anak ku pun akan mengalami stres berat jika ia selalu mengeluarkan emosinya” bisik Luhan kali ini lebih kecil.
“sudahlah Luhan, ikuti saja permintaan appa mu ini. Lagian keluarga ini lumayan baik” ujar Appa Luhan.
“Appa, aku ingin istirahat. ANNYEONG” ujar Yoona dengan menekan kata ANNYEONG sambil menatap sinis Luhan. Ia rupanya tidak tahan dengan seseorang yang berbisik di sekitar nya. Saat Yoona mulai berdiri dan ingin beranjak pergi, tiba-tiba saja Yoona terjatuh.
“Aw!!” rintih Yoona. Ia lupa memakai tongkat yang membantunya untuk berdiri.
“Yoona? Ada apa dengan dirimu?” tanya Appa Yoona.
“Ini luka kecil appa. Appa tolong ambilkan tongkat yang ada disamping kursi yang tadi aku duduki” pinta Yoona
“Ini?” tanya Appa Yoona. Yoona mengangguk. Lalu appa Yoona memberikannya pada Yoona.
“Lain kali kau harus lebih berhati-hati. Jangan sampai saseuatu melukai dirimu” kataAppa Yoona memberi nasihat. Yoona hanya tersenyum lalu segera beranjak dari ruang makan.
___-
Pada malam hari.
“Ini teh hangat nya” ujar Taeyeon memberikan teh hangat untuk Luhan yang sedang melamun. Saat ini Taeyeon dan Luhan berada di halaman depan. Tadi Appa Yoona menyuruh Taeyeon untuk membuatkan teh hangat untuk diseduhkan oleh Luhan. Karena udara malam hari di lingkungan rumah Yoona sangat lah dingin.
“gomawo” ucap Luhan sambil menggosokan kedua tangannya agar badannya lebih hangat.
“Luhan-ssi, kau tampak kedinginan. Bahkan kau memakai jaket tebal dan kaos kaki panjang di malam hari. Apa kau sakit?” tanya Taeyeon. Luhan yang sedang menyeruput teh hangat itu langsung meletakkan teh hangat itu dan terenyum.
“aku memang tidak tahan dingin. Aku sengaja memakai kaos kaki dan jaket agar tubuhku lebih hangat. Ngomong-ngomong, teh buatan mu enak sekali, sekali lagi gomawo” ujar Luhan sambil mempererat jaketnya.
“terima kasih atas pujian mu Luhan-ssi. Eum, bolehkah aku bertanya?” tanya Taeyeon
“boleh-boleh saja” jawab Luhan.
“Sebenarnya, apa kau dan Yoona sebelumnya saling mengenal?” tanya Taeyeon
“mengapa kau bertanya seperti itu?” tanya Luhan balik
“karena kalian berdua tampak akrab” jawab Taeyeon
“akrab ya? Sebenarnya aku dan dia bertemu di sekolahannya. Saat itu aku sedang berjalan-jalan keliling kota ini, tidak tau mengapa ada niatan dari pikiran ku untuk masuk kesekolah itu. Dan aku bertemu dengannya” ujar Luhan.
“Oh, jadi yang di maksud Yoona tadi itu adalah kau” kata Taeyeon
“memang nya dia sudah menceritakan ini pada mu?” tanya Luhan
“iya. Tapi dia tidak mengatakan bahwa namja itu adalah kau” jawab Taeyeon.
“Oh” ujar Luhan singkat.
“dia punya cerita cinta yang rumit lho” ujar Taeyeon
“bisakau ceritakan lebih detail tentang itu?” tanya Luhan penasaran.
“baiklah…”
“Pada saat aku duduk di kelas 3 SMA, Yoona baru pertama kali masuk sekolah yang aku tempati. Setiap pulang sekolah ia selalu menceritakan ‘Siwon’ pengurus UKS di sekolah. Aku selalu mendengarkan ceritanya dengan sabar. Dan aku tidak mau membocorkan ke Yoona bahwa Siwon lebih memilihku dari pada Yoona. Tetapi Yoona tetap mengejar Siwon. Setelah mengetahui bahwa Siwon lebih memillihku, ia pun memutuskan untuk tidak dekat-dekat dengan Siwon. Pada saat aku lulus, Yoona berencana untuk kembali mengejar Siwon. Tapi tetap saja Siwon hanya menginginkan aku. Sampai akhirnya ada berita besar Appa. Yoona akan dicarikan jodoh untuk menikah. Dan itu adalah kau” jelas Taeyeon panjang lebar.
“Aku?” tunjuk Luhan
“ya, Awalnya ia setuju, tapi saat ia mengetahui bahwa kau cuek terhadap orang asing ia mulai menolak perjodohan itu. Tetapi aku selalu membujuknya agar ia mau, dan akhirnya ia setuju juga” lanjut Taeyeon
“Apa dia takut terhadap seseorang yang menghiraukannya?”
“ya, dia hanya membenci sifat cuek atau hirau. Dia juga penakut tetapi karena ia mempunyai semangat yang besar ia pun mulai melawan rasa takut itu. Sampai sampai ia pernah mengalahkan waria-waria di sekolahnya. Sifat pemberani itu menurun dari Eommanya” ujar Taeyeon.
“Hm, sedari tadi aku tidak pernah melihat Eommanya. Apa Eomma nya kerja hingga larut malam?”
“Eomma? Eomma sudah pergi meninggalkan keluarga ku. Sejak Yoona lahir. Yoona bahkan tak mengenal wajah Eommanya. Ia hanya mempunyai hati yang sama sepeti Eommanya. Ia pun berusaha mempelajari jurus Taekwondo sendirian. Itu mengapa ia seringdisebut ‘scary yeoja’ di sekolahnya. Dan kau tau? Mengapa Yoona mempelajari jurus itu sendirian? Karena ia pernah berkata, bahwa di hati nya ada seseorang yang menyuruh nya untuk belajar Tekwondo tanpa teman. Tak lain seseorang itu adalah Eommanya sendiri. Eomma dulu juga orang yang kuat dan tangguh yang bisa mempelajari ilmu Taekwondo sesungguhnya. Maka dari itu Yoona pun sama seperti Eommanya?” jelas Taeyeon.
“Kau pun begitu jika kau sudah menikahi Yoona. Kau harus mampu melindungi keluarga mu. Bukan malah Yoona yang melindungi. Oce?” tanya Taeyeon. Luhan pun hanya tersenyum.
___-
TBC in the part 4

Iklan

[FF] LuYoon – One Day (Part 2)

PicsArt_1420944096799

Tittle : One Day
Part : 2
Author: cupcookies12
Cast : -Im Yoon Ah
-Xi Luhan
-Kim Taeyeon a.k.a Im Taeyeon
-Choi Siwon
Main Cast : -Park Chanyeol
-Seo Joo Hyun
Happy Reading^^
___-
Part 1
“hii! Tapi dia itu mesum Sooyoung!! Kau tidak menyadari nya?” tanya Jessica emosi.

“iya aku tau dia mesum. Tapi dia juga tampan, jadi dia itu si-tampan yang mesum” jawab Sooyoung..

“sudah-sudah ayo kita ganti. Kalau tidak kita nanti telat ke lapangan olahraga” ujar Yoona sambil mengganti
baju nya. Dan para yeoja pun berganti baju lalu kelapangan olahraga.
____-
Setelah berganti baju, para yeoja itu secara beramai ramai menuju lapangan olahraga.

“Eonni, pelajaran olahraga kali ini apa ya? Aku penasaran sekali” tanya Seohyun

“Molla, aku juga penasaran seo.. karena kau kan tahu aku tidak bisa olahraga” jawab Yoona.

“hah.. semoga olahraga kali ini tidak sulit” kata Seohyun. Yoona hanya mengangguk. Seohyun pun mempercepat
langkahnya dan mendahului Yoona

Tiba-tiba saat menuruni anak tangga, Yoona terpeleset. Karena ada air menggenang di salah satu anak tangga. Dan Juga Yoona yang paling belakang di antar yang lainnya jadi tidak ada siapa pun yang melihat Yoona.
“Aw…” rintih Yoona saat merasakan kaki kirinya sangat sakit.

“Seo!!” panggil Yoona tapi Seohyun tidak mendengarnya karena sudah berjalan agak jauh meninggalkan Yoona.

“Bagaimana ini? Apa ada seseorang yang akan membantu ku?” tanya Yoona celingukan mencari seseorang dan
berharap seseorang itu menolongnya. Sesekali ia pijat pergelangan kaki kiri nya.

“Mungkin terpelinti. Tapi ini sakit sekali!!” kata Yoona. Lalu ada seorang namja asing yang tidak memakai baju
seragam sekolahnya melainkan baju biasa. Tanpa basa basi Yoona memanggil namja itu

“Hey kau!!” teriak Yoona. Namja itu masih mencari sumber suara.

“aku disini” teriak Yoona sambil melambaikan tangan agar namja itu mengerti dimana sumber suara itu. Saat
namja itu membalikan badan dan ia terkejut. Begitu juga Yoona.
“Kau?!” tanya Namja tadi sambil berekspresi terkejut

“Yah kau.. kemarilah dan bantu aku” ujar Yoona egois

“tidak mau, kau tadi telah memalukanku!!” ujar Namja itu sambil melipat tangan didadanya.

“itu kan kau yang salah. Lagian salah siapa mesum?” tanya Yoona dengan nada meremehkan.

“Hissh kau itu!! Ya sudah tak akan ku bantu” kata Namja tadi

“Siapa lagi yang mau minta bantuan mu?” tanya Yoona

“Bukankah sebelm itu kau mengatakannya? Kalau tak mau aku akan pergi. Aku sibuk.” Ujar namja itu.

“Ah ya ya ya!! Cepat tolong aku!” teriak Yoona kesal. Namja itu pun berjalan ke arah Yoona dan merangkul tangan Yoona.

“antar aku ke UKS” kata Yoona. Lalu namja itu menuntun Yoona menuju UKS.

___-

“Yoona? Ada masalah apa dengan kaki mu?” tanya Siwon selaku pengurus UKS. Siwon adalah satu-satunya orang yang Yoona sukai dari dulu sejak ia masuk ke SMA ini. Tetapi cinta mereka bertepuk sebelah tangan. Siwon lebih memilih Taeyeon kakak Yoona dari pada Yoona. Meski cinta mereka bertepuk sebelah tangan, Yoona tetap berusaha mengejar Siwon. Tidak peduli seberapa usia Siwon, Ia tetap mencintainya
“Ya begitu lah” Jawab Yoona tersenyum lemah. Lalu namja tadi pun membantu Yoona untuk berbaring di ranjang UKS
“Hm.. sepertinya kaki mu terpelintir. Akan aku obati” ujar Siwon lalu mengambil peralatan obat obatan di rak obat. Sedangkan namja mesum tadi hanya melihat lihat keadaan di ruang UKS.
Sedari tadi Yoona terus tersenyum melihat wajah Siwon yang serius memijat kaki Yoona. Sampai-sampai namja tadi mengejeknya dengan sebutan ‘orang gila’. Yoona sempat marah sebentar, tetapi amarah Yoona menghilang saat pikirannya kembali ke Siwon.
“Nah Sudah..” ujar Siwon. Yoona heran mengapa Siwon memperban kaki kirinya. Padahal ia hanya terpelintir
“Mengapa di perban? Bukankah kaki ku hanya terpelintir?” tanya Yoona.
Siwon pun tersenyum.
“Pergelangan kaki kirimu itu patah, jadi sementara harus ku perban. Setelah pulang sekolah kau boleh pergi ke rumah sakit untuk di obati lebih intensif” jelas Siwon.
“Benarkah?!! Tapi kata oppa kaki ku hanya terpelintir” ujar Yoona terkejut saat mengetahui kaki kirinya patah.
“aku mengatakan itu hanya untuk menenangkan mu. Maafkan oppa jika oppa berbohong pada mu” kata Siwon. Yoona hanya memanggut manggut mengerti.
“Ya sudah kalau begitu aku akankembali ke kelas” kata Yoona lalu bangkit dari ranjang UKS
“Tunggu” cegah Siwon. Yoona menoleh.
“sebaiknya kau langsung ke rumah sakit sebelah. Itu membuat kakimu tidak terlalu terasa sakit” kata Siwon tegas.
“Baiklah” Ujar Yoona tersenyum. Lalu Yoona menengokan kepalanya pada Namja mesum itu.
“Shhut” bisik Yoona pada Namja mesum tadi. Namja mesum itu menoleh.
“wae?” tanyanya dengan nada malas.
“antarkan aku ke rumah sakit sebelah” pinta Yoona
“kesana saja sendiri. Kau punya kaki kan? Kenapa tidak bisa jalan? Bodoh sekali” jawab nya dengan wajah tanpa dosa.
“Eoh? Siapa dia? Aku baru sadar jika ada orang lain disini selain kau, Yoona” tanya Siwon
“Emang aku dianggap apa olehnya? Makhluk halus? Saking halusnya sampai tak terlihat” ejek Namja tadi.
“Hei kau, biacara yang sopan padanya. Dia itu seorang Sonsaengnim” ujar Yoona seraya memarahi Namja itu.
“Oh Sonsaengnim? Kukira seorang suster tomboi yang sedang mengobati mu” kata Namja tadi dengan santai
“Yakk! Kau INI!!” teriak Yoona.
In A Hospital
Yoona dan Namja itu sedang duduk menunggu nama Yoona di panggil. Ya, sekarang mereka berdua menunggu Yoona di periksa di rumah sakit.
“ck, hiish… haih” Namja mesum itu mengeluh. Sepertinya namja itu sudah tidak sabaran
“Ada apa?” tanya Yoona yang berada di samping nya. Namja tadi yang mengeluh sambil jingkrak jingkrak di lantai tadi langsung menoleh ke Yoona dan duduk kembali.
“Tidak ada apa-apa” jawab Namja itu bohong
“Tenang saja sebentar lagi namaku akan terpanggil” kata Yoona dengan pelan. Namja itu menoleh.
“Oh ya, ngomong ngomong, siapa nama mu?” tanya Yoona mengganti topik pembicaraan agar Namja itu tidak terlalu memikirkan ke sabarannya menunggu. Tetapi namja itu tak menjawab. Malah diam menghadap langit-langit rumah sakit.
“Eoh? Kau tanya pada ku?” tanya Namja itu saat menyadari bahwa Yoona sedang bertanya pada nya.
“Aih… ya tentu saja, kalau tidak dengan mu.. dengan siapa aku bertanya?” tanya Yoona
“Ooh namaku Xi Luhan” ujar namja yang bernama Luhan itu dengan pelan.
“apa? Lohan? Wah unik ya” kata Yoona sambil bertepuk tangan.
“Luhan bukan Lohan” kata Luhan membenarkan.
“Oh Luhan. Kok asing ya nama itu?” tanya Yoona sambil bergaya seperti orang berpikir.
“Itu nama China” jawab Luhan sambil bermuka datar
“Ooh nama China” kata Yoona. Tiba-Tiba saja handphone Yoona berbunyi. Yoona segera mengangkatnya.
“Yeoboseyo” salam Yoona membuka percakapan.
“Yeoboseyo Eonni. Eonni kau ada dimana sekarang? Tiba- tiba saja kau menghilang” ucap seseorang di seberang telepon. Suara ini sangat Yoona kenal, tak lain pemilik suara ini adalah Seohyun
“Oh Seo? Aku ada di rumah sakit sekarang. Jangan khawatir aku baik-baik saja” ujar Yoona
“Hm.. Eonni, bolehkah aku ke rumah sakit sekarang?” tanya Seohyun. Yoona melirik ke jam tangan nya.
“Boleh saja, lagian ini kan jam Istirahat” jawab Yoona
“ok Eonni. Oh ya Eonni di periksa dimana?” tanya Seohyun
“Diruang E-1a . lantai 2” jawab Yoona
“Baiklah Eonni, aku akan kesana sekarang. Annyeong!!” ujar Seohyun lalu memutus sambungan telepon
“Tadi itu siapa?” tanya Luhan.
“Yang menelpon ku tadi?” tanya Yoona balik
“Ya” jawab Luhan singkat
“dia teman sekelas ku” jawab Yoona. Setelah itu suster dari ruang E-1a memanggil nama Yoona.
“Im Yoon Ah, silahkan masuk” ujar suster itu
“Ah namaku sudah di panggil. Kau boleh pulang sekarang. Kamsahamnida sebelumnya” ujar Yoona sambil membungkukan badannya 90 º
“Ah ne” ujar Luhan singkat. Setelah Yoona masuk Luhan pun baru menyadari.
“Im Yoon Ah???” teriak Luhan kaget. Tiba-tiba ada seohyun datang dengan terburu-buru.
“Mwo?!!” teriak Seohyun terkejut saat bertemu Luhan. Namja yang mengintip yeoja di ruang ganti tadi pagi.
“Sedang apa kau disini?” tanya Seohyun was-wa. Luhan hanya menanggapinya santai.
“mengantarkan teman mu ke rumah sakit. Sudah ah aku mau pulang” ujar Luhan sambil pergi tanpa memedulikan seohyun yang terbengong melihatnya berada di rumah sakit ini.
“Tunggu!! Kau tidak main-main dengan Eonni ku kan?” tanya Seohyun. Luhan pun menghentikan langkah nya. Lalu menoleh ke belakang
“Tidak mungkin aku melakukannya dengan Eonni mu itu” jawab Luhan sambil meremehkan seohyun. Lalu Luhan kembali melangkahkan kakinya untuk pergi.
“Ciih dia menjengkelkan sekali” ujar Seohyun sambil menendang botol kosong yang ada di sekitarnya.
“Maaf bisakah anda tidak berisik? Ini di rumah sakit” tegur salah seorang suster yang baru saja lewat.
“eum baiklah” Ujar Seohyun lalu duduk di tempat tunggu.
____-
TBC in the part 3

[FF] LuYoon – One Day (Part 1)

PicsArt_1420944096799

Tittle : One Day

Author: cupcookies12

Cast :   -Im Yoon Ah

-Xi Luhan

-Kim Taeyeon a.k.a Im Taeyeon

-Choi Siwon

Main Cast :     -Park Chanyeol

-Seo Joo Hyun

NB:      Annyeong Readers! Ini pertama kali aku bikin Fanfic di sini. Bingung juga sama Couple nya. Tapi aku pilih Luhan soalnya dia cocok aja, umurnya ga beda jauh sama Yoona. Oh ya, Bagi yang ga suka sama nih Couple, dilarang membaca Fanfic ini. Kalo baca takutnya commentnya pedes pedes. Yaudah ^^

Happy Reading~

____

“Yoona-ya, sampai kapan kau akan tertidur lelap seperti ini? Ini sudah jam berapa? Apa kau tidak sekolah? Apa kau sakit?” tanya seorang Yeoja berparas cantik dan berhati lembut. Dialah Im Taeyeon. Eonni dari Im Yoon Ah

“Eonni~ aku masih ingin tidur. Biarkan aku sendiri agar tidur ku nyenyak” jawab Yoona dengan mata tertutup.

“Hiish, ini sudah jam 8 kurang Yoon! Apa kau tidak ingin masuk sekolah?” tanya Taeyeon sambil menarik selimut Yoona.

“Hah? Jinjja?! Eonni kenapa kau baru membangunkan ku? Kenapa tidak pagi pagi? Huh!” ujar Yoona lalu segera beranjak dari kasur dan menuju ke kamar mandi.

In Yoona’s School

“Hah.. hah…” Dengan sekuat tenaga nya Yoona berlari ke kelasnya sambil tergesa-gesa.  10 menit kemudian Akhirnya ia sampai di ruang kelas nya.

“eoh?” tanya Yoona ketika melihat teman-temannya berlarian kesana-kesini, gossip sana-sini, tertawa sangat keras, dan ada yang sedang berdandan. Sampai-sampai ada yang keseruan berlari dan menabrak Yoona di depan pintu.

“Aw” rintih Yoona. Tetapi namja yang menabraknya hanya tertawa dan berlari kembali. Yoona tidak bisa tenang dengan keadaan kelas seperti ini. Bahkan ada salah satu temannya dengan tekad menggunakan headset di kelas.

“Yoona eonni?” panggil salah seorang teman dekat Yoona yang bernama Seo Joo Hyun. Seo Hyun adalah teman sekelas Yoona yang paling muda. Maka dari itu semua teman yeoja nya di panngil Eonni.

“Ne?” tanya Yoona.

“Tidak Biasanya kau datang lebih telat. Apa ada masalah Eonni?” tanya Seohyun sambil menghampiri Yoona.

“sebentar, aku meletakkan tas ku dulu” ujar Yoona lalu berjalan menuju ke bangkunya. Ia meletakkan tas nya lalu menggeret kursi bangku sebelahnya untuk lebih dekat dengan kursi nya.

“Duduklah disini” pinta Yoona. Seohyun menurut dan duduk di sebelah Yoona.

“Cepat ceritakan Eonni.. Aku sudah penasaran” ujar Seohyun.

“Baiklah.. Begini ceritanya..”

#FLASHBACK

“Yoona kemarilah!” panggil Appa Yoona yang berada di meja makan bersama Taeyeon.

“Ah ne Appa” jawab Yoona lalu duduk di sebelah Taeyeon.

“Begini, karena Appa mu ini sudah tua, appa berpikir bahwa kalian berdua harus secepatnya menikah. Apalagi Taeyeon” Kata Appa sambil memandang Taeyeon.

“HEE? MENIKAH?” teriak Taeyeon dan Yoona bersamaan. Di jawab dengan anggukan kecil dari Appanya.

“Tapi Appa, belum ada satu pun namja yang dekat dengan ku. Kalau Eonni sih.. ada” ujar Yoona mengakhiri perkataan terakhir nya dengan pelan.

“Appa senang mendengarnya Yoona. Itu berarti Appa tidak susah-susah mencari seseorang untuk masa depan Taeyeon”

“Appa, yang dikatakan Yoona itu tidak benar. Aku belum mendapat namja satu pun. Appa ku mohon carikan untukku. Aku tahu pilihan Appa yang terbaik” ujar Taeyeeon.

“tetapi, appa hanya menemukan namja yang tepat untuk Yoona. Taeyeon, kau kan bisa mencari namja di sekolah mu. Kau kan sudah dewasa, Appa yakin terhadap pilihan mu Taeyeon” kata Appa

“Appa! Siapa namja yang apa pilihkan untukku? Apakah tampan? Baik atau sebaliknya?” tanya Yoona.

“Dia akan datang besok, dan dia juga belum mengenalmu. Tapi appa namja itu teman dekat Appa” jawab Appa ambil memulai makan malam.

“apakah Appa tau beberapa sifat dari Namja itu?” tanya Yoona penasaran.

“eum, kata Appanya dia baik, tapi kalau orang itu tidak di kenal olehnya, cueknya luar biasa” jawab Appa.

“OMO!!” teriak Taeyeon dan Yoona berbarengan.

“Eonni tau Yoona itu menakutkan. Namja cuek luar biasa itu berarti dia tidak peka. Yang sabar saja Yoon” ujar Taeyeon.

“Ne Eonni” kata Yoona sambil tersenyum lemah.

#FLASHBACK END

“Oh begitu Eonni. Maka dari itu kau telat ini karena kau memikirkan masalah itu terus menurus, bukan?” kata Seohyun

“Ya,  dan menurutku sih aku harus mencari siapa namja itu sebenarnya. Karena belum tentu juga aku menyukainya” ujar Yoona dengan senyum khas nya.

“Kau benar Eonni. Kalau aku sih harus mencari sendiri. Karena Appa ku tidak mau memaksaku.” Ujar Seohyun

“Kau enak ya Seo.. andai aku seperti mu, aku pasti berjanji akan mencari cepat namja yang baik”

“Hey Jung Sonsaengnim datang!” teriak Suho sang ketua kelas.

“Wah, Sonsaengnim paling killer di alam semesta ini datang tepat waktu!!” kata Xiumin heboh.

“Hey shhhut!” ujar Kris yang tidak suka keramaian.

Klak Klak Klak

Suara sepatu highheels Jung sonsaengnim terdengar jelas di telinga mereka. Mereka begitu mengharapkan sesuatu menjadi penghalang agar Jung Sonsaengnim tidak mengajar hari ini.

“Joesonghamnida, Jung Sonsaengnim sedang di rawat di rumah sakit. Sementara saya akan menggantikan Jung Sonsaengnim untuk mengajar disini” Ujar Kim Sonsaengnim. Sonsaengnim paling baik di sekolah ini.

“Kau penyelamat kita SONSAENGNIM!!” teriak Xiumin.

“Ya benar!!”

“yey kita diajar oleh Kim Sonsaengnim!!”

“aku suka sekali!!” sorak mereka semua

2 Jam kemudian…

“Ini saat nya olahraga bukan?” tanya Lay

“Ya benar! Jam pelajaran favorite ku!” kata Kris

“Ayo cepat ganti baju olahraga di kamar ganti” ajak Xiumin. Semua siswa namja pun turun menuju ke kamar ganti namja.

“Yoona Eonni!” panggil Seohyun

“ne?” jawab Yoona.

“Temani aku ke kamar ganti yeoja. Semua yeoja sudah menuju ke sana. Ayo kesana bersama ku” kata Seohyun

“Tunggu aku akan mengambil pakaian olahraga ku” kata Yoona.

“Aku menunggu mu Eonni” kata Seohyun. Yoona pun membuka tas nya lalu mengambil pakaian olahraga nya.

“Baiklah, kajja”

Mereka berdua pun segera ke ruang ganti.

“Kyaaaaa!!!” teriakan para yeoja terdengar dari ruang ganti yeoja. Yoona dan Seohyun yang masih berada di koridor sekolah pun mendengarnya

“Ada a-“ ketika Yoona membuka pintu ruang ganti ia langsung diam terpaku. Yoona dapat melihat jelas raut wajah para yeoja. Beberapa yeoja  menutup tubuhnya yang hanya memakai dalaman dengan kaos olahraga

“itu-itu” kata seorang yeoja pelan sambil menunjuk belakang pintu yang telah Yoona buka tadi.

Yoona pun menoleh ke arah yang di tunjuk yeoja tadi. Yoona bengong sesaat setelah melihat seseorang di belakang pintu sambil menutup mukanya dengan tangannya.

“Siapa kau?!” tanya Yoona singkat pada namja di balik pintu.

“Ak..aku. eum anu.. jangan salah paham dulu” jawab namja itu gugup.

“sudah jelas dia mesum Yoon!! Cepat usir dia!!” kata Jessica

“apa tujuan mu kesini?!” tanya Yoona sambil menatap namja itu tajam

“duuh.. begini… anu…aku tersesat” jawab namja itu sambil terbata-bata

“hah tersesat??!” teriak para Yeoja.

“tersesat? Kenapa bisa sampai sini?!” tanya salah seorang yeoja

“iya betul! Pasti ada tujuannya dia masuk kesini!!” kata yeoja satu lagi.

“sudah kita usir dari tadi tapi dia hanya diam sambil mentup wajahnya!!” ucap Jessica.

“kita pun tidak bisa ganti dengan tenang jika ada namja itu.

“tunggu!! Diam dulu” ujar Yoona. Yoona melangkah maju kearah namja itu sambil menatap tajam. Setajam silet.. dan …

“kau keluar atau ku jelekkan nama baik mu?!!” ancam Yoona. Namja itu pun bergidik ngeri melihat tatapan Yoona itu. Ia pun menerobos Yoona lalu pergi dari ruang ganti.

“siapa sebenarnya namja itu?” tanya Jessica

“benar! Siapa dia? Berani-beraninya dia mau curi-curi lihat body kita” ujar Sunny dengan bergaya alay

“tapi namja itu tampan juga..” ujar Seohyun pelan. Tapi semua yeoja bisa mendengar perkataannya. Semua yeoja pun langsung diam terbengong mendengar perkataan seohyun.

“Eh?! Aku tidak bermaksud berkata seperti itu! Sungguh” kata Seohyun sambil mengisyaratkan ‘tidak’ pada tangannya.

“iya ya.. kalau di lihat lihat dia tampan juga” ujar Sooyoung sambil memandang ke atas (berkhayal_)

“hii! Tapi dia itu mesum Sooyoung!! Kau tidak menyadari nya?” tanya Jessica emosi.

“iya aku tau dia mesum. Tapi dia juga tampan jadi dia itu setampan yang mesum” jawab Sooyoung..

“sudah-sudah ayo kita ganti. Kalau tidak kita nanti telat ke lapangan olahraga” ujar Yoona sambil mengganti baju nya. Dan para yeoja pun berganti baju lalu kelapangan olahraga

_____

Siapakah Namja yang masuk ke ruang ganti para yeoja itu?

TBC in the Part 2 ^^